Laporan Kuliah Kerja Lapangan Proyek Pembangunan Gedung BPK RI – Pudak Payung Semarang
Penerimaan
Kunjungan dan Penjelasan
Proyek Pembangunan
Gedung BPK RI di Pudak Payung – Semarang
adalah lokasi proyek yang pertama yang dikunjungi oleh mahasiswa DIII Teknik
Sipil. Lokasi gedung yang berada di jln. Perintis Kemerdekaan – Pudak Payung
Kodya Semarang, kunjungan dilaksanakan
pada hari Senin, 21 Maret 2011 pada pukul 10.00 WIB
Acara penerimaan
dan penyambutan dilaksanakan dengan saling memperkenalkan diri antara Tim dan
Staf dari PT. PP dengan semua Dosen Pembimbing KKL, dilanjutkan dengan pemberian
penjelasan dan instruksi mengenai aturan dan teknis pelaksanaan Kuliah Kerja
Lapangan. Hal ini dimaksudkan agar pelaksanaan KKL dapat berjalan dengan tertib
dan aman serta tidak mengganggu pelaksanaan pekerjaan.
Peninjauan Lapangan
Peninjauan lapangan pada Proyek Pembangunan Gedung BPK RI Semarang
dipandu oleh staf ahli dari PT. PP. Dari pihak kontraktor menjelaskan secara
detail mengenai tata cara dan sistem pelaksanaan dari proyek ini. Beberapa penjelasan yang diberikan antara lain :
Penggunaan alat-alat berat dalam proyek, sistem
dewatering, pemancangan, pembesian, pengecoran dan metode pelaksanaan yang
efisien dan menunjang pembangunan ramah lingkungan ( go green) berdasarkan ISO
9001 dan 1410.
Pada saat
peninjauan lapangan, peserta KKL diharuskan untuk seefektif mungkin, mengingat
keterbatasan waktu saat pelaksanaan KKL yaitu selama 2 jam sehingga dalam waktu
tersebut tentunya peserta KKL harus mendapatkan informasi secara detail
mengenai gambaran umum, dan penjelasan konstruksi pada saat melakukan peninjauan yang progres sudah pada pemasangan plat lantai
dengan menggunakan beton pree-cast dan pemasangan dinding menggunakan balok
Herbel untuk mempercepat waktu pelaksanaan dan memperkuat bangunan.
Gambaran
Umum Proyek
Pekerjaan Guide Wall
Guide
Walladalah pengarah secara horizontal
rencana boor pile yang di jajarkan (secant pile). Tanah digali dengan excavator sesuai koordinat dan elevasi
rencana. Kemudian pengecoran dengan beton mutu rendah (lean concrete) yang dibuat sesuai elevasi dan dengan ketebalan 5 cm
yang difungsikan sebagai lantai kerja. As secondary
pile dipasang sebagai center rencana dan dilakukan marking / penandaan pada
titik masing - masing lubang bor yang terletak sepanjang as pada lean concrete. Bekisting dipasang sesuai
tanda dan as yang dibuat sebelumnya. Kemudian pembesian dilakukan dan
dilanjutkan dengan pengecoran. Ketika telah berumur 24 jam bekesting dilepas
dan dilakukan pemasangan besi penguat agar tidak lepas dari Bench Mark.
Pembuatan Tulangan Pondasi.
Pembuatan Tulangan
Pondasiyang dirangkai sesuai dengan susunan shop drawing/gambar perencanaan,
yang dilaksanakan oleh sub kontraktor. Ada 2
type tulangan pondasi yang dibuat yaitu :
1. Panjang besi tulangan 22,5 m
sebanyak 314 titik, ditempatkan di sisi dinding ruangan.
2. Panjang besi tulangan 28,5 m
sebanyak 31 titik. ditampatkan di di sekitar Ramp ( jalan untuk turun naik
mobil ).
Stell
cage dibuat hanya untuk secondary pile, sedangkan primary pile tidak menggunakan steel cage.
Penentuan dan Pengukuran Titik
Pondasi Tiang Boor Pile
Pada umumnya
penentuan titik – titik boor pile
ditunjukkan dengan Guide Wall yang
terbuat dari Beton diberi nomer urut pekerjaan sesuai dengan rencana kerja yang
telah ditentukan. Pengambilan Pertama adalah Primary Pile ke Primary Pile dengan
jarak 6 (enam) Pile dalam sehari.
Sebelumnya.dibawah ini adalah gambar penentuan titik dari pondasi tiang boor pile dan nomer urut pekerjaan dari
pondasi tiang boor pile.
Sebelum proses
penentuan titik boor pile dilakukan
terlebih dahulu dilakukan pekerjaan stake out untuk lokasi yang akan dibor.
Pengeboran.
Pada Pengeboran Retaining Wall dengan kedalaman 22,5 m.
Pengeboran dilakukan sesuai tipe pile, dimana didalam secant pile wall ada 2 tipe pile yaitu primary pile dan secondary pile.
Primary pile adalah tiang yang tidak
menggunakan besi tulangan, dimana tahapan pengeboran dilakukan lebih awal dari secondry pile. Sedangkan secondary
pile adalah tiang bor yang menggunakan besi tulangan, dimana cara
pengeboran dilakukan setelah pengeboran primary
pile.
Pada retaining wall digunakan full casing (casing pelindung dipasang secara penuh sampai kedalaman dasar bor).
Fungsi dari full casing adalah untuk
mencegah longsornya lubang bor sehingga baik diameter tiang maupun kedalaman,
serta kualitas beton terjamin.
Pelaksanaan pengeboran
PekerjaanPengeboran
diawalai dengan pemasngan double wall
casing sampai dengan kedalaman 4 meter (1 sectiondouble wall casing), setelah itu dialkukan pangambilan tanah
didalam casing dengan menggunakan drilling tools.
Dimana digunakan soil auger apabila belum diketemukan
mata air tanah didalam lubang dan digunakan soil
bucket apabila sudah diketemukan mata air didalam lubang. pengambilan tanah
dengan menggunakan drilling tool tidak
diperbolehkan melebihi batas bawah casing, minimal setengah meter diatas
bagian bawah. apabila melebihi batas minimal, maka :
1. dinding lubang bor akan runtuh
2. permukaan dinding bor tidak
rata, sehingga apabila akan di ekspose tidak halus
Setelah pengambilan tanah didalam casing
selesai, maka dilakukan penyambungan double
wall casing dibagian atas selanjutnya dilakukan pengeboran lagi sampai
semua casing masuk kedalam tanah dengan cara diputar, begitu seterusnya sampai
kedalaman yang direncanakan.
Apabila telah mencapai kedalaman yang
direncanakan, maka tahap selanjutnya adalah pembersihan lubang dengan dengan
menggunakan cleaning bucket, yang
berfungsi untuk mengangkat sisa – sisa tanah pengeboran.
Pemasangan
Tulangan Pondasi
Pemasangan
Tulangan Pondasi dilakukan setelah pengeboran masing - masing titik secondary pile selesai dilakukan.
Pemasangan dilakukan oleh crane dan
dibantu rigger. Pada bagian kepala steel cage akan digantung (hanger) pada elevasi / ketinggian yg
telah direncanakan (cut off level).
Pengecoran Pile.
Pengecoran
dilakukan berdasarkan masing-masing tipe pile.
Pada primary pile pengecoran
dilakukan langsung setelah proses pengeboran selesai. Sedangkan untuk secondary pile pengeboran dilakukan
setelah proses pemasangan steel cage
selesai. Sebelum pengecoran lebih dulu dipasang tremie pipe untuk menghantar concrete
ke dasar lobang, agar concrete tidak
jatuh bebas sehingga tidak terjadi segregasi (pemisahan berdasarkan ukuran
butir) dan untuk mengangkat endapan sisa pengeboran serta air di dasar lubang.
Selama proses
pengecoran akan dilakukan pemotongan casing
dan tremie. Pemotongan ini tidak
boleh melebihi permukaan concrete
dalam lubang (minimal 2 m dari permukaan concrete
didalam lubang). Pengecoran akan dihentikan, setelah dipastikan concrete yang
bercampur lmpur keluar semua, dan hanya tinggal concrete bersih dan concrete
(fresh concret ).
Pencabutan Guide Wall.
Pencabutan guide
wall dilakukan apabila pekerjaan secant
pile sudah selasai secara keseluruhan. pencabutan tersebut aakan digantikan
dengan pile cap yang berfungsi
senagai pengikat antar tiang boor pile
(secant pile). Proses pencabutan guide wall menggunakan alat excavator dan crane.
Komentar
Posting Komentar